Cianjur, 22 Oktober 2026 — Suasana khidmat menyelimuti halaman madrasah saat MI dan MTs Al-Kautsar menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengajar, staf, serta ratusan siswa-siswi dari kedua jenjang pendidikan.
Bertindak selaku Pembina Upacara, H. Ali Mustopa, menyampaikan pesan mendalam dan motivasi bagi para santri serta pelajar MI dan MTs Al-Kautsar dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya memiliki 4 modal utama agar para santri mampu menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing tinggi:
1. Ilmu yang Mendalam, Santri tidak boleh cepat berpuas diri dalam menuntut ilmu. Pemahaman keagamaan dan keilmuan umum harus dipelajari secara mendalam (tafaqquh fiddin) agar mampu berpikir kritis, bijaksana, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar.
2. Karakter yang Kuat, Kecerdasan tanpa akhlak akan berujung pada kehampaan. Santri Al-Kautsar dituntut memiliki integritas, kedisiplinan, kejujuran, serta kepribadian tangguh yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tradisi yang Berakar, Meski berada di era modern, santri harus tetap teguh memegang tradisi luhur, penghormatan kepada guru (mualim), serta kebiasaan pesantren yang menjadi pondasi identitas keislaman dan kebangsaan.
4. Keberanian untuk Berinovasi, Santri zaman kini harus adaptif dan tidak boleh gagap teknologi. Dengan keberanian untuk berinovasi, santri diharapkan mampu melahirkan karya, gagasan baru, dan solusi positif bagi kemajuan umat dan bangsa.
Melalui momen Hari Santri Nasional ini, diharapkan seluruh siswa-siswi MI dan MTs Al-Kautsar dapat meresapi dan mengamalkan keempat modal tersebut, sehingga tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik.