Selasa, 06 Februari 2018

Keutamaan pergi ke masjid

ONE DAY ONE HADIST

Rabu, 7 Februari 2017 / 21 Jumadil awwal 1439 H

Keutamaan pergi ke masjid

عَنْ ا بى هريره رضي الله عنهُ، عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((مَنْ غَدَا إِلَى المسْجِد أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللهُ لَهُ في الجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wassallam sabdanya:
"Barangsiapa yang pergi ke masjid pagi atau petang hari, maka Allah menyediakan untuknya sebuah jaminan - nuzul - dalam syurga setiap ia pergi, pagi atau petang hari itu." (Muttafaq 'alaih)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Nuzul, maksudnya jaminan yang berupa makanan atau rezeki dan apa saja yang dapat disediakan untuk menjamu tamu.
2- Kautamaan berjalan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid
3- Barangsiapa pergi ke masjid pagi atau petang hari, maka Allah akan menjadikan untuknya hidangan di surga setiap kali ia berangkat pagi atau petang.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

- Allah Shubanahu wa Ta'ala mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Bahwasanya yang layak memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah itu ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta mendirikan shalat/sembahyang dan menunaikan zakat dan tidak takut melainkan kepada Allah, (dengan adanya sifat-sifat yang tersebut) maka diharapkan mereka menjadi dari golongan yang orang-orang mendapat petunjuk.
[QS. At-taubah : 18].

7 komentar: